Minggu, 18 Oktober 2009

PALESTINA MENAGIH SAYANG

Menuju Pemilu April 2009 lalu, perang iklan antarpartai terjadi sengit. Salah satu partai yang berhasil menghimpun dana 22 milyar rupiah untuk Palestina kemudian unggul di mata para pemuda Islam, khususnya para aktivis yang memang telah berafiliasi dengan partai tersebut sebelumnya, terang-terangan atau dengan sedikit bersiasat.

Dalam masa itu pula, Palestina dibombardir Israel. Lebih dari seribu nyawa melayang dalam hitungan tak lebih dari 23 hari. Tak pelak, ribuan pendukung partai dakwah melimpah ke jalan-jalan, menyerukan pembebasan al-Aqsha, Gaza, bahkan Palestina secara total.

Maka pada detik-detik belum diizinkannya berkampanye, partai pengusung politik Islam telah mengangkat bendera kampanyenya. Atas nama perdamaian dunia, para asatidz menangis di jalan-jalan, seolah benar menangisi ibunya, adiknya, anaknya di tanah jihad sana. Para pemuda Islam berkeliling membawa kotak infak ukuran besar, mengetuk nurani seluruh manusia yang ia temui, untuk bersama menanggung derita warga Palestina. Lalu terpampanglah di layar-layar kaca: Palestina Kita Sayangi.

Lebih dari 60 tahun Palestina dijajah oleh bangsa tak bertanah atas bantuan konspirasi musuh Islam seluruh dunia. Zionisme, gerakan kembali ke bukit Zion (Yerusalem), telah subur bersama freemason sejak Perang Salib tak berhasil melenyapkan agama Islam. Musyrik dan Yahudi, yang dalam Alquran dipastikan sebagai musuh terbesar Islam, melahirkan berbagai gerakan bertopeng HAM dan kedamaian.

Sejarah panjang Yahudi sejak zaman para nabi hingga kini selalu dipenuhi darah dan pengkhianatan. Dan sejarah itu membuktikan, Yahudi lebih sering kalah dengan ketegasan ketimbang siasat. Hal tersebut karena sifat dasar Yahudi yang pengecut tapi culas. Mereka tidak akan berani berperang dengan saling berhadapan, melainkan dengan berbagai perjanjian yang kemudian dikhianati setelah menyatakan sepakat.

Pada pekan terakhir, segenap media memberitakan pengkhianatan Yahudi selanjutnya—mungkin jutaan kali sejak saudara-saudara tiri Nabi Yusuf as mengkhianati kepercayaan bapaknya, Ya’qub as (Isroil). Kiblat pertama umat Islam, masjid al-Aqsha, yang sejak lama digali untuk menemukan Haikal Solomon di bawahnya (kebohongan Yahudi yang lain), diserbu lagi. Tentara Zionis membunuh sedikitnya 700 orang yang bertahan menjaga tempat suci tersebut. 

Adalah sebuah siasat lagi, membangun terowongan dengan sampul penelitian di bawah tempat suci agama lain. Dengan skenario gempa bumi atau semacamnya, Israel ingin al-Aqsha runtuh disebabkan bencana alam yang akan mereka rekayasa. Tapi hingga kini (setidaknya awal hari ini), al-Aqsha masih berdiri meski tidak kokoh. Barangkali habis sudah kesabaran para Yahudi ekstrim terhadap ketangguhan masjid beserta jamaahnya ini, maka yahudisasi terpaksa dipercepat dengan penyerbuan terang-terangan di depan mata dunia.
Yahudi telah hapal tabiat kita. Panas di awal, lalu menguap sampai akar. Palestina Kita Sayangi, ternyata hanya sebatas jargon. Berguna sebagai pelaris, seperti mantra para dukun yang dirapal pedagang musyrik. Terus dibacakan sekadar menarik hati orang agar membeli, tak peduli dan mungkin memang tak perlu peduli makna dan pertanggungjawaban kalimat rapalan tersebut.

Ketika al-Aqsha kian sekarat, partai dakwah justru merapat ke penguasa pro-pengkhianat. Jangankan turun ke jalan meneriakkan pembebasan Palestina, sekadar mengecam pun seperti tak berdaya. Demikian pula para aktivis Muslim yang katanya intelektual, tapi semua tindakan menunggu titah dan restu para guru. Jangan suruh mereka berperang, karena mereka lebih suka bersedekah pada Zionis melalui produk dan pelayanan yang seharusnya diboikot. Aktivis Muslim bangga bisa mengakses facebook, menyeruput starbuck, menggenggam nokia. Siapa bisa disalahkan, jika para asatidz telanjur memfatwahalalkan.

3 komentar:

  1. bnar sekali kak..(siapa ynag disalahkakan di atas)
    org2 berdalih.."si A pke jg koq)
    skrg ini trgntung cara kita memanfaatkannya..
    uadh bosen nean dgr klise tuh..

    BalasHapus
  2. iyo, bosen kuadrat berpangkat lah!!!

    BalasHapus
  3. Rasulullah pernah bilang,kota paling baik diseluruh dunia di mata Allah ada 3,yang pertama Mekkah,yang kedua Madinah,dan yang ketiga adalah Palestina.

    BalasHapus

sila ngoceh di sini....