Jumat, 17 April 2009

Yahudi Edan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel yang baru diangkat, Avigdor Lieberman telah menuai kontroversi. Ini gara-gara statemennya yang menolak upaya damai dengan Palestina.

Dalam pidato pertamanya sebagai Menlu Israel, Lieberman mengkritik tajam kesepakatan damai yang dimotori AS semasa pemerintahan Presiden George W Bush di Annapolis, Maryland tahun 2007 lalu. Konferensi Annapolis tersebut mengenai penegasan kembali akan upaya pembentukan negara Palestina dan dimulainya negosiasi untuk itu pada akhir 2008.

Lieberman mencetuskan, Israel tidak terikat pada hasil konferensi tersebut. "Pemerintah Israel dan Knesset (parlemen) tidak pernah mengadopsi Annapolis," kata Lieberman seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/4/2009).

Sikap keras Lieberman ini sejalan dengan kebijakan Perdana Menteri (PM) Israel yang baru, Benjamin Netanyahu yang tidak mendukung adanya solusi dua negara: Israel dan Palestina. Menurut Netanyahu, perekonomian Palestina harus membaik lebih dulu sebelum membicarakan pembentukan negara Palestina.

Sikap pemerintahan baru Israel ini jelas bertentangan dengan sikap pemerintah AS. Pemerintahan Bush sejak lama mendukung pembentukan negara Palestina. Kebijakan Bush itu juga didukung oleh pemerintahan Presiden Barack Obama.
"Presiden telah sering kali mengatakan bahwa kami berkomitmen pada pembentukan negara demokratis Palestina yang hidup berdampingan dengan Israel dengan damai dan aman," kata Mike Hammer, juru bicara untuk Dewan Keamanan Nasional AS.

-komenku:
berita bo'ong. mana ada kata damai dari as. yg jujur justru dr israel (emg ada negara israel?? gak ada!) yahudi emang gak pernah bs damai dg bangsa lain. ngakunya sih kesayangan tuhan. tp Allah tanya balik, jika demikian, kenapa kalian diadzab?? (al-Maidah 18)
dasar narsis!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sila ngoceh di sini....